JAKARTA - Komitmen pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur pendidikan di Ibu Kota Nusantara kembali ditunjukkan melalui kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pada hari kedua kunjungan kerjanya di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Gibran turun langsung meninjau progres pembangunan fasilitas pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah atas.
Peninjauan ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan kesiapan kawasan hunian aparatur sipil negara di IKN, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Kunjungan Kerja Hari Kedua di Kawasan IKN
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara pada Rabu, 31 Desember 2025. Pada hari kedua agenda tersebut, Gibran memusatkan perhatian pada sektor pendidikan yang tengah dibangun di kawasan hunian ASN.
“Saya meninjau langsung pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan hunian ASN IKN yang meliputi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” kata Gibran dalam keterangan resminya, Rabu.
Kehadiran Wapres di lokasi pembangunan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesiapan sarana pendidikan yang akan menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di ibu kota baru.
Fasilitas Pendidikan Dirancang Terpadu dan Modern
Dalam peninjauan tersebut, Gibran menjelaskan bahwa fasilitas pendidikan di IKN dirancang secara terpadu. Sekolah-sekolah ini tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran.
Menurut Gibran, konsep pembangunan sekolah di IKN mengedepankan kualitas dan kelengkapan sarana. Di dalamnya tersedia laboratorium teknologi, laboratorium sains, ruang kegiatan siswa, serta fasilitas penunjang lain yang mendukung proses belajar-mengajar.
Ia menekankan bahwa desain dan fasilitas tersebut disiapkan agar kegiatan pendidikan di IKN mampu berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Lingkungan Belajar Aman dan Berdaya Saing
Gibran menyampaikan harapan agar fasilitas pendidikan di IKN mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Dengan dukungan sarana yang memadai, sekolah-sekolah ini diharapkan dapat mencetak generasi yang berdaya saing.
“Seluruh fasilitas pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah memiliki peran strategis dalam visi jangka panjang pembangunan nasional.
Gibran Cek Kesiapan Ruang dan Bangunan Sekolah
Dalam kunjungan lapangan, Wapres Gibran tidak hanya melihat dari luar, tetapi juga masuk ke area dalam bangunan. Ia meninjau langsung kesiapan ruang belajar dan berbagai fasilitas pendukung yang telah dibangun.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap ruang telah dirancang sesuai standar dan kebutuhan pendidikan modern. Gibran tampak memperhatikan detail bangunan serta tata ruang yang akan digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan langsung agar pembangunan fasilitas pendidikan di IKN berjalan sesuai rencana.
Rincian Pembangunan SD, SMP, dan SMA
Bangunan Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak di IKN dibangun di atas lahan seluas 5.520 meter persegi. Luas bangunan mencapai 8.460 meter persegi, terdiri atas dua lantai basement dan empat lantai utama.
Fasilitas tersebut dilengkapi dengan 20 ruang kelas yang dirancang untuk mendukung kegiatan belajar secara optimal. Sementara itu, bangunan Sekolah Menengah Pertama berdiri di atas lahan seluas 5.520 meter persegi dengan luas bangunan 5.819 meter persegi.
SMP tersebut memiliki sembilan ruang kelas dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk laboratorium dan ruang kegiatan siswa. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung pengembangan akademik dan nonakademik peserta didik.
Adapun bangunan Sekolah Menengah Atas dibangun di atas lahan seluas 4.061 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 8.302 meter persegi. Gedung SMA terdiri atas empat lantai dengan sembilan ruang kelas untuk tiga tingkat angkatan.
Setiap kelas dirancang menampung 32 murid. Selain ruang kelas, SMA di IKN juga didukung fasilitas pembelajaran lengkap, mulai dari laboratorium bahasa, komputer, kesenian, hingga laboratorium fisika, kimia, dan biologi.
Pejabat yang Turut Mendampingi Peninjauan
Dalam kegiatan peninjauan ini, Gibran didampingi sejumlah pejabat penting. Hadir Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, serta Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.
Selain itu, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya juga turut mendampingi. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan sinergi lintas lembaga dalam pembangunan IKN.
Peninjauan fasilitas pendidikan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat di ibu kota baru.
Dengan pembangunan sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang dirancang lengkap dan modern, pemerintah berharap IKN dapat menjadi contoh kota masa depan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.