JAKARTA - PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) optimis menghadapi tahun 2026, dengan berbagai strategi yang disiapkan untuk memaksimalkan kinerja dan meningkatkan okupansi.
Target yang dipasang pun cukup ambisius, dengan proyeksi tingkat okupansi Plaza Indonesia Shopping Centre di atas 90% dan rencana penambahan tenant di Plaza Indonesia Shopping Centre mencapai sekitar 370 hingga 380 tenant pada tahun 2026.
Direktur PLIN, Evy Tirtasudira, mengungkapkan bahwa pihaknya yakin dengan kemampuan perusahaan untuk mengatasi tantangan yang ada dan memanfaatkan potensi pasar di tahun 2026. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui pengelolaan portofolio properti yang lebih strategis, sehingga diharapkan dapat mendongkrak jumlah tenant di Plaza Indonesia Shopping Centre menjadi lebih banyak lagi.
Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Tenant di 2026
PLIN berencana memperluas jumlah tenant di Plaza Indonesia Shopping Centre dengan target sekitar 370 hingga 380 tenant pada tahun 2026. Dalam waktu yang bersamaan, tingkat okupansi The Plaza juga diharapkan berada di atas 90%, dengan total tenant sekitar 90 tenant. Ini menunjukkan tekad PLIN untuk terus mempertahankan posisinya sebagai pusat perbelanjaan premium di Jakarta dengan kualitas tenant yang terus meningkat.
Evy menambahkan bahwa prediksi tingkat okupansi yang tinggi ini merupakan hasil dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengelola ruang sewa yang tersedia dengan lebih efisien dan menarik lebih banyak merek ternama yang sesuai dengan segmentasi pasar mereka. "Kami memperkirakan bahwa tingkat okupansi mall pada tahun 2026 akan berada di atas 80%,” ujarnya, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 6 Januari 2026.
Dengan demikian, perusahaan optimis bahwa pencapaian ini akan meningkatkan kualitas pusat perbelanjaan mereka, sekaligus memperkuat daya tarik Plaza Indonesia bagi pengunjung dan pelaku bisnis.
Tantangan Ekonomi dan Pasar pada Tahun 2026
Meskipun menunjukkan optimismenya, PLIN juga mencatat adanya beberapa tantangan yang perlu diperhatikan dalam perjalanan menuju target 2026. Dalam public expose beberapa waktu lalu, perusahaan menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah ketidakpastian kondisi ekonomi global yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berada di kisaran 5-5,4%, namun laju akselerasi pertumbuhan masih terhambat oleh kondisi global yang kurang stabil, serta pemulihan daya beli kelas menengah yang belum sepenuhnya kembali.
Selain itu, ada juga tantangan berupa fluktuasi mata uang rupiah yang dapat berdampak pada biaya operasional dan harga sewa tenant. Keadaan ini membuat PLIN tetap harus bersikap hati-hati dalam merencanakan pengeluaran dan kebijakan di tahun 2026.
Meski begitu, Evy menyatakan bahwa PLIN tetap yakin bahwa fundamental perusahaan cukup resilien untuk menghadapi ketidakpastian yang ada, asalkan mereka tetap mengelola bisnis dengan hati-hati dan adaptif terhadap perubahan.
Strategi Bisnis yang Hati-Hati di Tengah Ketidakpastian
PLIN menyatakan bahwa meskipun kondisi pasar yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi, mereka tetap berusaha untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah dengan memperhatikan kebutuhan tenant dan pengunjung untuk menciptakan pusat perbelanjaan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda. Selain itu, perbaikan manajemen dan pengelolaan ruang juga menjadi prioritas perusahaan.
Salah satu fokus utama PLIN adalah menjajaki upaya terbaik untuk memenuhi ketentuan free float, yang akan menjadi salah satu kunci kesuksesan mereka di pasar modal. Untuk itu, perusahaan akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai rencana aksi korporasi kepada semua stakeholders yang terlibat.
Evy menambahkan bahwa untuk saat ini, PLIN belum melakukan kegiatan ekspansi yang bersifat material, seperti penggabungan atau peleburan usaha, akuisisi, maupun restrukturisasi utang atau permodalan. Hal ini menunjukkan bahwa PLIN cenderung berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian yang ada dan memilih untuk fokus pada pengelolaan properti yang ada dengan lebih baik.
Investasi yang Cermat dalam Penyempurnaan Infrastruktur
Sampai saat ini, PLIN juga sedang melaksanakan belanja modal yang lebih terarah sesuai dengan prioritas proyek yang telah ditetapkan. Perusahaan memastikan bahwa penggunaan dan alokasi belanja modal tersebut akan dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga dapat mempercepat pencapaian target okupansi yang telah ditetapkan.
Evy menekankan bahwa perusahaan akan terus berusaha menciptakan nilai lebih bagi para tenant dan pengunjung dengan berbagai pembaruan dan inovasi yang dibawa ke dalam Plaza Indonesia. Salah satunya adalah dengan meningkatkan fasilitas dan kenyamanan bagi pengunjung serta tenant agar tetap menjadi pilihan utama mereka di Jakarta.
Optimisme untuk 2026
Secara keseluruhan, PLIN memiliki pandangan yang optimis untuk tahun 2026. Mereka yakin bahwa meskipun ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi, fundamental perusahaan tetap kuat dan dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Dengan adanya rencana strategis yang matang, PLIN berharap dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan posisi mereka di pasar properti komersial Jakarta, terutama di sektor pusat perbelanjaan.
Pada akhirnya, target okupansi di atas 90% dan tambahan tenant yang signifikan pada tahun 2026 akan menjadi langkah penting untuk mencapainya. Dengan fokus pada pengelolaan properti yang efisien dan menghadapi tantangan ekonomi dengan hati-hati, PLIN berharap dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.