JAKARTA - Peningkatan mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru mendorong kesiapan maksimal transportasi laut nasional.
PT Pelayaran Nasional Indonesia memastikan seluruh armada dan sistem operasional berada dalam kondisi optimal. Fokus utama diarahkan pada keselamatan penumpang serta kelancaran layanan selama periode liburan.
Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi seiring tingginya minat masyarakat bepergian antarpulau. Kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem juga menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, langkah antisipatif disiapkan secara menyeluruh.
Persiapan ini dilakukan agar perjalanan laut tetap aman dan nyaman. Seluruh aspek operasional diperiksa secara detail. Mitigasi risiko menjadi bagian penting dari strategi pelayanan.
Armada Kapal Dinyatakan Laik Operasi
Pelni menyatakan sebanyak 55 kapal telah dinyatakan laik operasi untuk melayani periode libur Nataru. Armada tersebut terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis. Seluruh kapal telah melewati proses pemeriksaan sesuai ketentuan.
Kapal-kapal tersebut disiapkan untuk melayani berbagai rute strategis. Distribusi armada dilakukan agar pelayanan merata di seluruh wilayah. Kesiapan ini memastikan tidak ada gangguan berarti selama operasional berlangsung.
Setiap kapal telah memenuhi standar kelayakan pelayaran. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada mesin dan struktur kapal. Hasilnya menunjukkan armada siap digunakan.
Standar Keselamatan Ditingkatkan
Selain kesiapan armada, aspek keselamatan menjadi perhatian utama Pelni. Seluruh kapal dilengkapi peralatan keselamatan sesuai standar internasional. Jumlah peralatan bahkan mencapai 125 persen dari kapasitas maksimal penumpang.
Peralatan tersebut mencakup lifeboat, life-raft, life-jacket, dan life-buoy. Selain itu, kapal juga dilengkapi Marine Evacuation System atau MES. Fasilitas ini disiapkan untuk menghadapi situasi darurat.
Peningkatan standar keselamatan ini bertujuan melindungi seluruh penumpang. Awak kapal juga dibekali pelatihan keselamatan. Prosedur evakuasi disosialisasikan secara berkala.
Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan selama musim liburan akhir tahun. Pelni memperkuat sistem mitigasi untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Pemantauan cuaca dilakukan secara berkelanjutan.
Koordinasi dengan pihak terkait terus ditingkatkan. Informasi cuaca menjadi dasar pengambilan keputusan operasional. Penyesuaian jadwal dapat dilakukan bila diperlukan.
Langkah ini diambil demi keselamatan penumpang. Keputusan operasional selalu mengutamakan faktor keamanan. Dengan mitigasi yang tepat, risiko dapat diminimalkan.
Komitmen Pelayanan Selama Nataru
Pelni menegaskan komitmennya memberikan pelayanan terbaik selama periode Nataru. Seluruh jajaran operasional disiagakan penuh. Pengawasan dilakukan dari awal hingga akhir masa liburan.
Kesiapan armada dan keselamatan menjadi prioritas utama. Penumpang diharapkan dapat menikmati perjalanan dengan tenang. Kepercayaan publik menjadi hal yang dijaga.
Dengan persiapan menyeluruh, Pelni optimistis dapat melayani lonjakan penumpang. Transportasi laut tetap menjadi pilihan andalan masyarakat. Perjalanan aman dan lancar menjadi tujuan utama.