JAKARTA - PT Jasamarga Transjawa Tol mengoperasikan 401 gardu tol yang tersebar di empat segmen utama Jalan Tol Trans Jawa untuk melayani pergerakan kendaraan dari wilayah timur menuju barat.
Langkah ini dilakukan agar arus balik libur Tahun Baru dapat berlangsung aman dan lancar. Petugas di setiap gerbang tol disiagakan penuh untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan.
Volume kendaraan mulai meningkat sejak awal Januari dan diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Pengaturan layanan gardu tol difokuskan pada empat segmen utama, khususnya untuk arus dari timur ke barat. Dengan optimasi ini, perjalanan pengguna jalan diharapkan lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan panjang.
Puncak Arus Balik Pertama Tercatat Tinggi
Pada puncak arus balik pertama, volume kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa tercatat jauh lebih tinggi dari perkiraan normal.
Data menunjukkan kenaikan signifikan dibanding lalu lintas biasanya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascalibur. Realisasi tersebut melampaui proyeksi awal, menandakan antusiasme tinggi masyarakat untuk kembali ke kota masing-masing.
Peningkatan kendaraan terjadi secara merata di berbagai segmen tol utama. Hal ini mendorong JTT untuk menambah layanan gardu tol dan meningkatkan pengawasan lalu lintas. Semua langkah diambil untuk memastikan kelancaran perjalanan tanpa mengurangi keselamatan pengguna jalan.
Proyeksi Puncak Arus Balik Berikutnya
JTT memproyeksikan puncak arus balik berikutnya akan terjadi dalam beberapa hari ke depan dengan volume kendaraan yang diperkirakan meningkat signifikan. Prediksi menunjukkan adanya lonjakan kendaraan dari wilayah timur menuju barat Trans Jawa. Dengan perhitungan ini, perusahaan menyiapkan strategi optimal agar arus lalu lintas tetap terkendali.
Selain kesiapan gardu tol, perusahaan juga menyiapkan petugas di lapangan untuk mengatur situasi lalu lintas. Semua fasilitas keselamatan dijaga keandalannya agar pengguna jalan dapat bergerak dengan nyaman. Koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait dilakukan secara intensif demi kelancaran arus balik.
Kesiapan Gardu Tol di Setiap Ruas
Di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek, 209 gardu tol di 35 gerbang tol siap melayani kendaraan menuju wilayah Jabodetabek. Sementara di Ruas Tol Palimanan–Kanci, 33 gardu tol disiagakan untuk pergerakan kendaraan dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Semua gerbang tol strategis dioptimalkan agar layanan transaksi berjalan cepat dan efisien.
Di wilayah Jawa Tengah, 37 gardu tol pada sembilan gerbang tol di Ruas Semarang Seksi A, B, dan C beroperasi penuh untuk menjaga kelancaran arus antarkota. Sedangkan di Jawa Timur, 122 gardu tol di 18 gerbang tol Ruas Surabaya–Gempol melayani kendaraan dari arah timur. Langkah ini memastikan seluruh titik strategis siap menghadapi volume kendaraan tinggi.
Imbauan dan Pelayanan Terbaik untuk Pengguna
JTT menekankan pentingnya perencanaan perjalanan bagi pengguna jalan agar perjalanan lebih aman dan nyaman. Pengemudi diimbau memeriksa kondisi kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, dan memanfaatkan rest area dengan bijak. Petugas siap memberikan respons cepat terhadap setiap dinamika lalu lintas di lapangan.
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional menyesuaikan kepadatan di jalan. Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan memberikan layanan terbaik selama arus balik. Dengan strategi ini, perjalanan pengguna jalan dapat berlangsung lancar, aman, dan menyenangkan.