SPPG

Pemerintah Targetkan 35.000 SPPG Rampung pada 2026, Layani 82,9 Juta Penerima MBG

Pemerintah Targetkan 35.000 SPPG Rampung pada 2026, Layani 82,9 Juta Penerima MBG
Pemerintah Targetkan 35.000 SPPG Rampung pada 2026, Layani 82,9 Juta Penerima MBG

JAKARTA — Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan sekitar 35.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan selesai pada 2026, dengan tujuan utama melayani 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers yang berlangsung di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor.

“Target di tahun 2026, harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat,” kata Prasetyo. Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi masyarakat Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan program MBG yang kini sudah menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Program MBG: Peningkatan Layanan Gizi bagi Masyarakat

Saat ini, pemerintah telah berhasil membangun sekitar 19.000 SPPG di berbagai daerah. Dengan adanya pembangunan SPPG ini, pemerintah bertujuan memperluas layanan MBG yang kini sudah mencapai 55 juta penerima manfaat, sebuah capaian yang patut dibanggakan mengingat program ini baru dijalankan pada awal 2025.

Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan SPPG menjadi dasar utama untuk mewujudkan tujuan pemerintah dalam memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan akses pangan yang bergizi, terlebih bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

“Program makan bergizi tentunya hari ini telah mencapai 55 juta penerima manfaat,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG telah berhasil menjangkau lebih dari setengah dari target penerima manfaat yang diinginkan, dan diharapkan dapat memperluas cakupan tersebut hingga 82,9 juta pada 2026.

Keberhasilan MBG dalam Waktu Singkat: Tanggapan Presiden Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan tanggapan terkait keberhasilan pelaksanaan program MBG. Prabowo mengungkapkan bahwa dalam satu tahun sejak dimulai pada 6 Januari 2025, jumlah penerima manfaat telah mencapai 55 juta orang, sebuah capaian yang sangat luar biasa.

“Hari ini dilaporkan kepada saya, 55 juta penerima manfaat. Lima puluh lima juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari, termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo dengan bangga.

Presiden kemudian membandingkan pencapaian Indonesia dengan negara lain yang telah lebih dulu melaksanakan program serupa. Ia mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat, sementara Indonesia dalam waktu setahun telah melampaui jumlah tersebut. “Kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” ujarnya, menunjukkan betapa cepat dan efektifnya implementasi program MBG di Indonesia.

Tantangan dan Evaluasi Program MBG

Namun, meskipun ada banyak keberhasilan yang dicapai, Prabowo juga mengakui bahwa pelaksanaan program besar seperti ini tidak lepas dari tantangan dan potensi penyimpangan. Meskipun begitu, ia menilai bahwa secara keseluruhan, program ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. “Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan. Tapi secara objektif, statistik boleh dikatakan kita 99,99% berhasil,” ujarnya.

Pernyataan ini menggambarkan keyakinan pemerintah bahwa meskipun ada ruang untuk perbaikan, namun secara keseluruhan, MBG telah memberikan dampak positif yang sangat besar, terutama dalam meningkatkan ketahanan gizi bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

Target 35.000 SPPG dan Ekspansi MBG

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa target pembangunan 35.000 SPPG pada 2026 bukan hanya sekedar pencapaian angka. “Dengan pembangunan SPPG yang lebih banyak, kami berharap bisa melayani lebih banyak masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil dan rawan gizi buruk,” kata Prasetyo.

Proyek ini juga mencakup peningkatan infrastruktur di tingkat daerah agar distribusi makanan bergizi dapat lebih merata dan tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

Capaian Lain dalam Program Kesehatan Pemerintah

Selain membahas MBG, Prasetyo juga menyampaikan capaian pemerintah dalam sektor kesehatan lainnya, yaitu program cek kesehatan gratis yang sudah berhasil menjangkau sekitar 70 juta warga Indonesia sepanjang 2025. Program ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala biaya.

Melalui konferensi pers ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia, yang menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dengan program-program seperti MBG dan cek kesehatan gratis, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi kemajuan ekonomi negara.

Prospek Ekonomi dari Program MBG

Presiden Prabowo juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari program MBG, yang menurutnya bisa mendongkrak perekonomian Indonesia. “Program ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang sebelumnya kesulitan mengakses makanan bergizi. Hal ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas mereka,” tambah Prabowo.

Keberhasilan program MBG, yang telah menyentuh 55 juta orang dalam waktu singkat, menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengatasi masalah gizi buruk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan target 82,9 juta penerima manfaat pada 2026, program ini diharapkan dapat membawa Indonesia menuju masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.

Pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui peningkatan kualitas hidup warganya, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index