Koperasi Merah

Pengamat: Keterlibatan TNI dalam Koperasi Merah Putih Sesuai Arahan Presiden

Pengamat: Keterlibatan TNI dalam Koperasi Merah Putih Sesuai Arahan Presiden
Pengamat: Keterlibatan TNI dalam Koperasi Merah Putih Sesuai Arahan Presiden

JAKARTA — Pengamat politik sekaligus Dosen Hubungan Sipil-Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Raj Mayyasari Timur Gondokusumo, memberikan pandangan mengenai pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengawasan dan pembangunan program Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan TNI dalam program tersebut masih sesuai dengan koridor yang ada dan perintah Presiden Prabowo Subianto.

Mayyasari menegaskan bahwa isu yang berkembang mengenai Koperasi Merah Putih yang disebut-sebut sebagai alat politik untuk kepentingan tertentu tidaklah berdasar. Ia menilai, peran TNI dalam proyek ini, yang melibatkan personel dari struktur paling atas hingga Babinsa di tingkat desa dan kelurahan, adalah bagian dari komitmen mereka untuk mendukung percepatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

TNI Dapat Mengawasi dengan Lebih Baik Berkat Jangkauan Luas

Menurut Mayyasari, TNI memiliki daya jangkau pengawasan yang luas, karena personel TNI tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Hal ini memungkinkan mereka untuk memantau dan mengawasi pembangunan, baik itu proyek infrastruktur maupun operasional koperasi, secara lebih efektif dan efisien. 

Pelibatan TNI di seluruh level struktur diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan, serta mempercepat realisasi program-program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat desa.

"Keberadaan TNI yang sudah terorganisir hingga ke tingkat paling bawah, yakni Babinsa, memberikan keunggulan dalam proses pemantauan dan pengawasan. Hal ini dapat memastikan bahwa pembangunan koperasi di desa dan kelurahan berjalan dengan lancar," ujar Mayyasari dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Koperasi Merah Putih Diharapkan Perkuat Perekonomian Desa

Lebih lanjut, Mayyasari meyakini bahwa program Koperasi Merah Putih dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian di pedesaan, yang merupakan fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi nasional. 

Dengan dukungan TNI dalam pengawasan, diharapkan koperasi ini tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga dapat berperan sebagai kekuatan perekonomian yang mampu menggerakkan sektor riil di pedesaan.

"Tujuan Presiden Prabowo adalah memperkuat perekonomian di daerah, khususnya di desa-desa. Program ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pengelolaan koperasi yang baik," katanya.

Isu Politik Terkait Koperasi Merah Putih Ditepis

Seiring dengan pelaksanaan program ini, beredar juga sejumlah isu yang menyatakan bahwa Koperasi Merah Putih dijadikan alat politik untuk mendukung karier Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Mayyasari dengan tegas membantah hal tersebut, menyatakan bahwa keterlibatan Tandyo dalam program ini murni untuk mengkoordinasikan antara TNI dan instansi terkait yang terlibat dalam kegiatan pembangunan koperasi.

Menurut Mayyasari, tugas Jenderal Tandyo dalam mengoordinasi pelaksanaan program ini sangat penting, mengingat peran TNI sebagai pengawas dan penggerak dalam pembangunan nasional. "Saya menilai bahwa kehadiran Jenderal Tandyo dalam program percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih adalah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Itu bukan manuver politik untuk mendapatkan jabatan tertentu," jelas Mayyasari.

Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagai Landasan

Lebih jauh, Mayyasari menambahkan bahwa pelibatan TNI dalam Koperasi Merah Putih adalah bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dalam konteks ini, TNI memiliki peran yang lebih luas, bukan hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung program pembangunan nasional, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di daerah-daerah terpencil.

"Program ini adalah bagian dari operasi militer selain perang yang membantu tugas pemerintah dalam pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat," tegas Mayyasari. Dengan kata lain, program ini bukanlah sekadar inisiatif yang berkaitan dengan militer, tetapi juga dengan upaya negara untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi pedesaan melalui pendekatan koperasi yang efisien dan efektif.

TNI dan Pemerintah Bergerak Bersama untuk Pembangunan Nasional

Menyinggung lebih lanjut mengenai sinergi antara TNI dan pemerintah, Mayyasari menyatakan bahwa pelibatan TNI dalam program-program pembangunan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju dan mandiri pada 2045. Melalui program seperti Koperasi Merah Putih, TNI dapat membantu pemerintah untuk memastikan bahwa program ini terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Jika TNI dan pemerintah bekerja bersama dengan tujuan yang sama, yakni mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka program ini akan lebih mudah diterima dan memberikan dampak yang positif bagi negara," tambahnya.

Pelibatan TNI dalam program Koperasi Merah Putih merupakan langkah yang strategis untuk mendukung percepatan pembangunan di tingkat desa, yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. 

Meskipun terdapat berbagai isu yang menyatakan adanya kepentingan politik tertentu dalam pelaksanaan program ini, pandangan pengamat politik Raj Mayyasari menegaskan bahwa keterlibatan TNI sesuai dengan koridor yang ada dan merupakan bagian dari komitmen mereka untuk memperkuat ekonomi nasional. 

Dengan pengawasan yang luas dan koordinasi yang baik antara TNI dan instansi terkait, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index