ISTIRAHAT

6 Cara Praktis Mengistirahatkan Otak Agar Kembali Segar

6 Cara Praktis Mengistirahatkan Otak Agar Kembali Segar
6 Cara Praktis Mengistirahatkan Otak Agar Kembali Segar

JAKARTA - Banyak orang fokus memulihkan tubuh saat lelah, tetapi sering lupa bahwa otak pun bekerja tanpa henti setiap hari memproses emosi, menghadapi tekanan, dan mengambil keputusan. Jika terus dipaksa, otak bisa mengalami kelelahan, membuat kita sulit fokus, cepat marah, dan kehilangan motivasi.

Mengistirahatkan otak bukan berarti berhenti total dari aktivitas. Yang dibutuhkan adalah jeda yang tepat agar pikiran kembali jernih dan siap bekerja. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu otak “bernapas” kembali tanpa mengganggu rutinitas.

Memahami Tanda Otak Mulai Lelah

Kelelahan mental bisa dialami siapa saja. Tekanan pekerjaan, beban akademik, masalah pribadi, hingga paparan informasi berlebihan dapat memicu stres dan burnout. 

Gejalanya sering muncul dalam bentuk sulit tidur, susah berkonsentrasi, mudah lupa, mudah tersulut emosi, bahkan merasa kewalahan tanpa sebab jelas.

Otak dan tubuh saling terhubung erat, sehingga menjaga keduanya sama pentingnya. Namun, cara menenangkan otak berbeda dari memulihkan tubuh. Kita perlu pendekatan yang lebih terarah dan penuh kesadaran, agar pikiran tidak terus bekerja di “belakang layar”.

Di bawah ini beberapa cara praktis yang bisa dicoba untuk memberi otak waktu beristirahat.

  1. Tidur yang cukup

Salah satu cara mengistirahatkan otak yang paling efektif adalah memastikan tidur yang cukup. Saat stres atau banyak pikiran, tidur sering kali menjadi hal pertama yang diabaikan. 

Mengutip Healthline, tubuh dan otak sangat membutuhkan waktu tidur berkualitas sekitar 7 hingga 8 jam setiap malam. Kurang tidur bukan hanya membuatmu merasa lelah, tetapi juga memperlambat kemampuan otak dalam menyelesaikan tugas.

2. Tidur siang singkat

Melakukan tidur siang singkat di sela-sela waktu istirahat kerja juga bisa mengistirahatkan otak sejenak. Tidur siang ini membantu meningkatkan fokus dan produktivitas saat kamu kembali beraktivitas.

 “Mungkin sekitar 30 menit, karena kami tahu itu sangat bermanfaat bagi otak. Jadi, kita benar-benar mengambil jeda dan mencoba tidur selama waktu yang singkat,” ujar Victoria Garfield, seorang peneliti sekaligus profesor di University College London.

Dengan ritme istirahat yang teratur, otak mendapat kesempatan memperbaiki diri secara alami.

3. Konsumsi makanan bergizi

Saat merasa lelah, sering kali kita tergoda untuk mengonsumsi makanan cepat saji atau yang tinggi gula sebagai pelipur lara. Sayangnya, jenis makanan tersebut kurang baik untuk kesehatan otak. 

Pilihlah makanan yang kaya nutrisi, seperti sayuran, buah-buahan, dan sumber protein sehat. Jangan lupa untuk memperbanyak minum air putih juga.

4. Rutin berolahraga

Mungkin ini terdengar bertentangan, tetapi aktivitas fisik seperti berolahraga bisa mengistirahatkan otak dengan efektif. Aktivitas fisik dapat menyegarkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

 Kalau kamu merasa otak mulai lelah saat bekerja atau belajar, cobalah untuk beristirahat sejenak dengan berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan.

5. Istirahat dengan teknik mindfulness

Selama bekerja atau belajar, sering kali kita terjebak dalam aktivitas tanpa henti yang justru membuat otak makin lelah. Untuk mengistirahatkan otak, bisa dengan mengambil jeda singkat secara sadar. 

Tips dari India Today, lakukan peregangan, menarik napas dalam-dalam, atau sekadar berjalan sebentar menjauh dari meja kerja. Teknik mindfulness ini membantu otak untuk rileks dan meningkatkan kreativitas.

6. Lakukan digital detox

Paparan layar gawai yang konstan dapat membuat otak merasa kewalahan. Salah satu cara mengistirahatkan otak, yaitu dengan melakukan digital detox, memberi jeda dari penggunaan perangkat elektronik. 

Cobalah untuk menyimpan ponselmu jauh-jauh dan lakukan aktivitas lain yang menyenangkan, seperti berjalan di luar ruangan, bermain alat musik, melukis, atau mengobrol dengan teman.

Dengan menerapkan kebiasaan kecil ini secara konsisten tidur cukup, makan bernutrisi, bergerak, mengambil jeda sadar, dan membatasi distraksi digital otak bisa bekerja lebih jernih. Kita pun lebih fokus, lebih tenang, dan lebih siap menghadapi aktivitas harian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index