JAKARTA - Optimisme terhadap pasar keuangan nasional kembali menguat seiring pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang mencetak rekor baru.
Kinerja pasar saham dinilai mencerminkan membaiknya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia serta arah kebijakan pemerintah ke depan. Momentum ini pun diproyeksikan berlanjut hingga tahun mendatang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan akan terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pergerakan IHSG yang sempat menembus level psikologis 9.000 dalam perdagangan hari ini.
Kinerja IHSG Jadi Sinyal Positif Ekonomi
Purbaya menjelaskan bahwa performa IHSG sepanjang 2025 memberikan gambaran kuat tentang ketahanan dan potensi pasar keuangan domestik. Ia mencatat, IHSG pada penutupan tahun 2025 berada di level 8.646 atau meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Menurut Purbaya, penguatan tersebut mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah yang mulai menunjukkan hasil nyata. Ia menilai tren penguatan itu tidak bersifat sementara, melainkan berpotensi berlanjut dalam jangka menengah hingga panjang.
"Sepertinya akan berlanjut terus kenaikannya di 2026. Kalau liat tadi sempet menembus 9.000," ujar Purbaya saat konferensi pers APBN Kita, di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa pasar memiliki keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, meskipun tantangan global masih membayangi.
Kepercayaan Investor Mulai Pulih
Lebih lanjut, Purbaya menilai salah satu faktor utama yang mendorong penguatan IHSG adalah mulai pulihnya kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, kepercayaan tersebut memang belum sepenuhnya kembali, namun sudah menunjukkan arah yang positif.
Ia menekankan bahwa investor melihat keseriusan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan reformasi ekonomi. Dampak dari kebijakan tersebut, kata Purbaya, mulai terasa dan memberikan sinyal perbaikan terhadap kondisi ekonomi nasional.
"Mereka (investor) pasti melihat juga walaupun belum penuh impact dari program pembangunan yang disebutkan selama ini. Mereka (pemerintah) bekerja serius dan dampak ke ekonomi mulai kelihatan sehingga di akhir triwulan tahun lalu ekonomi berbalik arah," tambah Purbaya.
Pemulihan kepercayaan ini dianggap sebagai modal penting untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Aliran Modal Asing Kembali Mengalir
Purbaya juga memaparkan bahwa minat investor asing terhadap pasar domestik semakin meningkat. Hal ini tercermin dari aliran modal asing yang kembali masuk ke berbagai instrumen keuangan Indonesia sepanjang akhir 2025.
Di pasar surat berharga negara, tercatat aliran modal asing masuk sebesar Rp 6,49 triliun pada Desember 2025. Sementara itu, di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), inflow asing mencapai Rp 27,40 triliun. Adapun di pasar saham, aliran modal asing tercatat masuk sebesar Rp 12,24 triliun.
"Artinya asing sudah masuk ke sini lagi. Inflow kan asing. Sudah masuk ke sini lagi. Kredibilitas ekonomi dan pasar keuangan sudah kembali saya yakin akan terus berlanjut 2026," jelas Purbaya.
Ia menegaskan bahwa kembalinya aliran modal asing merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia kembali dipandang menarik sebagai tujuan investasi. Menurutnya, kepercayaan terhadap pengelolaan ekonomi nasional menjadi faktor kunci dalam menarik minat investor global.
Rekor Baru Jadi Awal Perjalanan
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini semakin menguatkan optimisme tersebut. Sejak pembukaan, indeks saham utama Indonesia menunjukkan tren penguatan hingga sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG sempat menyentuh level 9.002,92. Meski sempat mengalami koreksi ringan, IHSG tetap berada di zona penguatan dengan kenaikan 0,45 persen dan berada di level 8.985,39 pada pukul 10.36 WIB.
Purbaya menilai capaian tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari potensi kenaikan lanjutan. Ia meyakini bahwa dengan pengelolaan ekonomi yang konsisten dan terukur, pasar keuangan Indonesia akan terus bergerak positif.
"Jadi IHSG yang naik ke 9.000 baru awal. Perkiraan saya akan naik terus karena ekonomi kita akan kita manage terus ke depan," terang ia.
Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta memastikan program pembangunan berjalan efektif. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menopang kepercayaan investor dan menjaga momentum positif di pasar saham nasional.