JAKARTA - Pada 2025, saham PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) mencatatkan kenaikan yang luar biasa hingga 204%.
Salah satu faktor penting di balik lonjakan ini adalah pembelian saham yang dilakukan oleh Direksi Perseroan. Direktur perusahaan, Fadhl Muhammad Firdaus, tercatat membeli 35,26 juta lembar saham AYAM pada 23 Desember 2025.
Dengan harga transaksi Rp390 per lembar, total pembelian saham tersebut mencapai Rp13,75 miliar. Pembelian ini dilakukan sebagai investasi pribadi, dengan tujuan jangka panjang, dan tidak melibatkan pembiayaan atau perjanjian pembelian kembali.
Sebelum transaksi, Fadhl sudah memiliki 32 juta saham atau sekitar 0,80% dari total saham yang beredar. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 67,26 juta saham, atau sekitar 1,68%.
Meskipun kepemilikan sahamnya meningkat cukup signifikan, Fadhl menegaskan bahwa dirinya bukanlah pemegang saham pengendali perusahaan. Ini adalah bagian dari transparansi yang dijaga oleh manajemen perseroan, seiring dengan kewajiban mereka untuk memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.
Lonjakan Harga Saham AYAM di 2025
Pada tahun 2025, saham AYAM menunjukkan pergerakan yang cukup menggembirakan. Harga saham yang dibuka di awal tahun pada level Rp142, melonjak hingga mencapai Rp432 pada akhir tahun, mencatatkan kenaikan hingga lebih dari dua kali lipat.
Harga tertinggi saham AYAM tercatat pada 18 Desember 2025, dengan nilai mencapai Rp470 per saham. Kenaikan harga saham yang signifikan ini menunjukkan adanya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis perusahaan.
Meskipun pasar modal mengalami berbagai dinamika sepanjang tahun 2025, saham AYAM mampu bertahan dan tetap menunjukkan volume transaksi yang cukup tinggi. Terutama dari investor ritel, yang semakin tertarik dengan prospek perusahaan yang terus berkembang.
Aksi pembelian saham oleh Direksi menjelang akhir tahun, yang diikuti oleh lonjakan harga, memberikan sinyal positif bagi pasar, menandakan bahwa manajemen memiliki keyakinan terhadap kinerja masa depan perseroan.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Saham
Beberapa faktor dapat menjelaskan lonjakan harga saham AYAM sepanjang tahun 2025. Pertama, ekspansi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan, termasuk fokus pada sektor telur, menjadi salah satu pendorong utama. Perusahaan juga dilaporkan akan melakukan investasi sebesar Rp130 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Selain itu, meningkatnya permintaan ayam menjelang Nataru juga memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan. Kenaikan harga saham ini menunjukkan bahwa pasar percaya terhadap prospek pertumbuhan yang dimiliki oleh perusahaan.
Selain itu, langkah Direksi untuk membeli saham perseroan menjelang akhir tahun juga dapat dilihat sebagai bentuk kepercayaan manajemen terhadap kinerja masa depan perusahaan.
Di pasar modal, tindakan ini sering dianggap sebagai sinyal positif, yang menunjukkan bahwa pihak manajemen memiliki keyakinan kuat terhadap arah dan strategi perusahaan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kepercayaan investor, baik institusi maupun ritel, terhadap saham perusahaan.
Kinerja Saham AYAM di Awal 2026
Menjelang tahun 2026, saham AYAM terus menunjukkan pergerakan yang positif. Pada hari pertama perdagangan di tahun 2026, Jumat, 2 Januari, saham AYAM tercatat menguat tipis sebesar 0,46%, mencapai level Rp343 per saham.
Meskipun terdapat fluktuasi harga saham sepanjang 2025, investor tetap menunjukkan minat yang kuat terhadap saham ini. Pergerakan saham yang relatif aktif ini mencerminkan optimisme pasar terhadap sektor yang digeluti oleh perusahaan, meskipun ada tantangan dalam kondisi pasar secara umum.
Ke depan, banyak analis yang memperkirakan bahwa saham AYAM masih memiliki potensi untuk terus tumbuh, seiring dengan ekspansi bisnis yang direncanakan dan permintaan yang stabil terhadap produk unggas.
Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, investor akan terus memantau perkembangan perusahaan ini, mengingat stabilitas harga saham dan strategi bisnis yang dilakukan oleh manajemen.
Komitmen Transparansi dan Kepatuhan Regulasi
Manajemen PT Janu Putra Sejahtera Tbk. terus berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam laporan kepemilikan saham dan perubahan-perubahannya.
Semua laporan terkait transaksi saham yang dilakukan oleh Direksi disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan. Dengan langkah ini, perusahaan menunjukkan keseriusannya dalam mematuhi regulasi yang ada dan menjaga kepercayaan investor.
Selain itu, keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Direksi menjadi penting dalam menjaga hubungan yang baik dengan pemegang saham dan publik.
Langkah ini juga menjadi bukti bahwa perusahaan berusaha untuk menjalankan usahanya secara transparan dan akuntabel, serta berkomitmen untuk melaksanakan tanggung jawab korporasi dengan baik. Bagi para investor, keterbukaan ini tentunya memberikan rasa aman dalam melakukan investasi di saham perusahaan.
Saham PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) mencatatkan kenaikan yang luar biasa sepanjang 2025, dengan harga sahamnya meningkat sebesar 204%.
Pembelian saham oleh Direksi menjelang akhir tahun memberikan sinyal positif bagi pasar, menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan. Kenaikan harga saham ini juga dipicu oleh beberapa faktor eksternal, seperti ekspansi bisnis dan permintaan yang stabil terhadap produk unggas.
Dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan, baik oleh perusahaan maupun manajemen, saham AYAM berpotensi untuk terus berkembang ke depannya. Bagi investor, ini adalah sinyal positif yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prospek yang cerah di masa depan.