Sawit

Stabilitas Harga TBS Sawit Jambi Terjaga pada Periode Awal Tahun 2026

Stabilitas Harga TBS Sawit Jambi Terjaga pada Periode Awal Tahun 2026
Stabilitas Harga TBS Sawit Jambi Terjaga pada Periode Awal Tahun 2026

JAKARTA - Para petani kelapa sawit di Provinsi Jambi memulai tahun 2026 dengan situasi harga yang relatif stabil. 

Tidak terlihat gejolak berarti pada harga Tandan Buah Segar di awal tahun ini. Kondisi tersebut memberikan rasa aman setelah fluktuasi yang cukup tajam di penghujung tahun sebelumnya.

Harga TBS untuk usia tanam 10 hingga 20 tahun ditetapkan di angka Rp 3.406,67 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk satu periode penetapan di awal Januari. Stabilitas ini menjadi dasar optimisme bagi petani sawit di berbagai daerah.

Kepastian harga ini diperoleh melalui mekanisme penetapan resmi pemerintah daerah. Proses tersebut menjadi acuan utama bagi pelaku industri sawit. Dengan harga yang tidak berubah, petani dapat menyusun rencana produksi secara lebih tenang.

Penetapan Resmi Pemerintah Daerah

Penetapan harga TBS dilakukan melalui rapat yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Forum ini menjadi sarana evaluasi kondisi pasar dan produksi sawit. Hasil rapat kemudian diumumkan sebagai harga acuan resmi.

Stabilnya harga TBS dinilai memberikan ruang napas bagi petani. Hal ini terasa penting setelah harga sempat naik turun pada akhir tahun lalu. Kepastian harga membantu menjaga keberlanjutan pendapatan petani.

Selain TBS, pemerintah juga menetapkan harga produk turunan sawit. Harga CPO ditetapkan sebesar Rp 13.943,49 per kilogram. Sementara itu, harga kernel dipatok di angka Rp 10.552,13 per kilogram.

Rincian Harga Berdasarkan Umur Tanaman

Harga TBS sawit di Jambi ditetapkan berdasarkan usia tanaman. Untuk tanaman berusia tiga tahun, harga ditetapkan sebesar Rp 2.662,16 per kilogram. Usia empat dan lima tahun masing-masing berada di angka Rp 2.840,23 dan Rp 2.971,09 per kilogram.

Tanaman usia enam dan tujuh tahun memiliki harga Rp 3.095,35 dan Rp 3.173,48 per kilogram. Untuk usia delapan dan sembilan tahun, harga berada di kisaran Rp 3.240,77 hingga Rp 3.304,71 per kilogram. Harga tertinggi tetap berada pada usia produktif utama.

Untuk tanaman usia 10 hingga 20 tahun, harga mencapai Rp 3.406,67 per kilogram. Sementara itu, usia 21 hingga 24 tahun berada di angka Rp 3.304,21 per kilogram. Pada usia 25 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp 3.152,67 per kilogram.

Acuan Industri dan Harapan Petani

Penetapan harga ini menjadi pedoman bagi pabrik kelapa sawit. Perusahaan inti, koperasi, dan petani swadaya menggunakan harga tersebut sebagai acuan transaksi. Dengan satu standar harga, potensi sengketa dapat ditekan.

Stabilnya harga di awal tahun dipandang sebagai sinyal positif. Petani berharap kondisi ini dapat bertahan dalam beberapa pekan ke depan. Harapan tersebut terutama menguat menjelang masa panen tinggi.

Awal kuartal kedua biasanya menjadi periode penting bagi produksi sawit. Stabilitas harga di awal tahun memberikan dasar perencanaan yang lebih baik. Petani berharap tidak terjadi koreksi tajam dalam waktu dekat.

Kewaspadaan Terhadap Dinamika Pasar

Meski harga TBS saat ini stabil, pelaku industri tetap bersikap waspada. Harga CPO global masih dipengaruhi dinamika pasar internasional. Permintaan ekspor menjadi salah satu faktor penentu pergerakan harga.

Selain itu, produksi minyak nabati lain juga memengaruhi pasar sawit. Perubahan kecil di pasar global dapat berdampak dalam jangka pendek. Kondisi ini membuat pelaku usaha tetap mencermati perkembangan.

Untuk periode berjalan, pemerintah mengimbau pabrik kelapa sawit mematuhi harga penetapan. Transparansi timbangan dan takaran juga ditekankan agar petani tidak dirugikan. Langkah ini diharapkan menjaga kepercayaan dan stabilitas sektor sawit.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index